Dosa Kecil Nan Indah Yang Selalu Terkenang “kwOG”
Author: fajarmcxoem | Filed under: FROG Tulisan Bebas, ReFROGtaseBohong kalo ada orang yang tidak mempunyai dosa. Faktanya adalah banyak orang yang menganggap ia tidak mempunyai dosa atau bahkan tidak yakin bahwa yang dilakukannya adalah dosa. Saya bukannya mau sok suci dengan membahas dosa di sini, sebab saya juga orang yang banyak dosa kok. Dari sekian banyak dosa yang telah saya lakukan, yang semoga saja diampuni-Nya, saya juga memiliki dosa kecil nan indah yang tak akan pernah saya lupakan dalam hidup saya. Tapi jangan Anda terlalu mengikuti ungkapan “Dosa terindah adalah Sex” telebih dahulu, sebab dosa indah saya ini tidak ada hubungannya dengan #sextesaru atau pun #koalisisaru. Dosa indah saya ini malah berkaitan dengan sastra.
Dua minggu ini sebelum saya tidur saya menyempatkan diri untuk membaca kumpulan puisi WS.Rendra yang berjudul Stanza dan Blues. Sebuah buku yang saya dapatkan ketika menjadi fotografer atawa reporter dadakan dari kantor bersama seorang teman, yang juga mengulas liputannya di sini, buku ini merupakan paket merchandise dari press conference film 3 Hati 1 Cinta beberapa minggu lalu. Sebuah buku yang mengingatkan saya akan sebuah dosa kecil mungkin juga besar bagi dunia sastra, khususnya puisi, yang pernah saya lakukan diwaktu saya masih imut-imut dahulu. Sebuah dosa yang indah dan akan selalu saya kenang.
Sedari mengenal pelajaran Bahasa Indonesia saya memang langsung tertarik dengan puisi, dan semasa SD-SMP saya seringkali mengikuti dan memenangkan lomba baca puisi. Teman sepermainan dan sepersekolahan saya tahu itu, dan saya sering menjadi wakil kelas dan sekolahan untuk mengikuti lomba-lomba yang berkenaan dengan puisi. Ibaratnya sayalah ujung tombak mereka dalam hal puisi.
*Maaf sengaja sombong*
Hingga suatu ketika, saat itu saya duduk di kelas 3 SMP, berkenaan dengan memperingati bulan Bahasa, sekolah saya mengadakan lomba mengarang puisi, bertemakan hari Ibu. Panitia dari OSIS memberikan tenggang waktu 1 bulan untuk masing-masing peserta, yang nantinya akan diumumkan menjelang hari Ibu. Saya sih hanya menanggapi biasa saja tanpa sedikitpun menggubris pengumuman lomba itu, sebab saya hanyalah tukang baca puisi bukan tukang ngarang puisi.
Tiga minggu setelah pengumuman dipajang, panitia gerah karena peserta yang menyerahkan karya mereka hanya beberapa orang saja. Kemudian mereka meralat pengumuman lomba tersebut dengan memberi catatan “Setiap Kelas Wajib mengirimkan satu karya”, serta mereka mengganti hadiah menjadi tabanas. Wali kelas dan teman-teman saya gerah dan menunjuk saya untuk menjadi wakil kelas dalam lomba tersebut. Dengan alasan track record saya terbilang bagus untuk urusan puisi. Saya sempat menolak, sebab saya merasa tidak bisa mengarang puisi, saat itu saya hanya bisa mengerjakan skripsi *hayyah*. Namun saya pun mengalah dan menyanggupinya, yah karena Bu Wali Kelas saat itu berjanji hadiah tabanasnya buat kamu dan tidak akan masuk ke kas kelas. Matre juga
Deadline pengumpulan karya tersebut tinggal dua hari. Dan saya belum membuat puisi yang akan diikutkan lomba. Saat itu sembari tidur-tiduran siang sepulang sekolah saya mendengarkan radio, kebetulan saat itu diputar lagu dari duo Humania yang berjudul Jelita. Sang presenter radio menyebutkan bahwa lagu itu sebenarnya diciptakan EQ dan Heru untuk ibunda tercinta mereka. Tanpa babibubebo lagi, saya pun mencatat lirik mereka, dan mengganti kata Jelita menjadi Ibunda. Dan jadilah jadi. Besoknya puisi plagiat itu saya kirimkan tanpa mengharapkan saya menang, toh saya nggak ikut mikir.
Ndilalah kersane Allah, seminggu kemudian dalam upacara bendera nama saya disebut-sebut oleh Guru Bahasa Indonesia, puisi plagiat tadi menjadi pemenang dalam lomba tersebut. Dan saya berhak mendapatkan tabanas sebesar Rp.75.000. Saya pun gembira ria tak terkira dong, uang itu termasuk jumlah yang besar bagi anak SMP di tahun itu. Pulang sekolah saya pun diantar ke Bank untuk menandatangani buku tabungan yang dibuat atas nama saya.
Dan dosa plagiat itu akan selalu saya ingat, apalagi saat saya membaca sebuah puisi.
Soal!
Setelah membaca kisah tadi, dan mengetahui dosa kecil yang indah dari saya. Sebutkan dosa indah dan dosa kecil yang akan selalu terkenang selama hidup Anda. Jawaban bisa Anda tulis di kolom komentar di bawah ini. Jawaban paling lambat dikumpulkan 5 menit setelah Anda membaca postingan ini!
Tags: humania, sextesaru, stanza dan blues, ws.rendra
- » THINK, TuHan INgin Kita bercinta "kwOG"
- » Final NBL Indonesia 2010-11 "KwOG"
- » Menyenangkan, bisa menyenangkan orang lain "kwOG"
- » Streaming NBA
- » Prediksi saya AREMA JUARA!!! "kwOG"
















August 7th, 2010 at 9:38 PM
haroooooooom…
eh ikiy tombol submit komeng koq ilang? *nggoleki*
[Komenin Komen ini]
October 30th, 2010 at 12:52 AM
ssssipp, no,,
[Komenin Komen ini]