RSS
23 May 2010

Efek Rumah Kaca & Indienation Tour di The Flame “kwOG”

Author: fajarmcxoem | Filed under: FROG MUSIC, ReFROGtase

Seminggu ini playlist saya selalu diisi dengan deretan lagu Efek Rumah Kaca (ERK), efek mereka masih ngefek di telinga saya. Yups setelah saya nonton acara yang bertajuk Indienation Tour 2010 di The Flame Executive Club Malang pada tanggal 16 Mei kemarin. Malang boleh bangga, karena menjadi kota terakhir dari rangkaian tour 9 kota yang berlangsung selama 10 hari ini. Niat saya dateng ke acara itu sebenernya emang cuma nonton ERK doang. Sebab saya pernah jatuh hati ama mereka saat 3 tahun lalu mereka manggung di Ancol dengan lagu Cinta Melulu. Karena saat itu mereka cuma tampil ngebawain 1 lagu, saya jadi penasaran dong ama band ini. Dan saya pun berjanji ama diri saya kepada band ini, “Liat saja kalau kalian ke Malang, bakalan ku liat “.

Sekitar jam 8 malam saya nyampe Flame, sendirian, dengan dua tiket di tangan. Lhoh kok? Yah ini gara-gara si gebet disuruh nemenin nyokapnya kondangan, padahal saya udah beli tiket dua. Dan gak ada temen yang mau di ajak ke sana, mulai adik yang kena serangan bulanan, nawarin tiket ke ini katanya mau nyari bahan skripsi mau streaming aja. Rasain lu streamingnya gak sukses. (tongue) Aneh, gak ada yang bisa semua temen cowok, tetangga, mereka lebih memilih nonton Arema di TV. Daripada mubazir, tiket satunya saya jual lagi di sana. (money)  (money)
Sampe di dalam agak canggung juga, secara sendirian, mulailah saya menyusuri wajah-wajah yang mungkin saya kenal. Eh ketemu teman lama dan saya berdiri di sampingnya dengan sedikit basa-basi dikit. Band yang main saaat saya datang adalah The Kucrut’s, dengan aliran disco retronya. Koleksi lagu mereka saya cuma hanya punya satu, dan itupun dipasang terakhir oleh mereka. Aksi panggung mereka ngocol abis, komunikatif terhadap penonton, dan deretan lagunya memaksa kita untuk bergoyang meski hanya anggukan kepala saja, tanpa headbanging. Penampilan kocak mereka sedikit terganggu seusai mereka menyanyikan lagu ke tiga mereka “Dengkulku Masa Depanku”. Si MC tiba-tiba minta waktu ke mereka, untuk nyampein berita duka. Drummer dari band Malang yaitu Bems on his chrimson Diary,Tria namanya. Meninggal dunia karena serangan jantung di backstage. (tears) Padahal mereka manggung sebelum The Kucrut’s itu. Dan semua yang di dalam Flame pun diminta mengheningkan cipta sejenak. But, The show must go on The Kucrut mengakhiri penampilan mereka dengan lagu jagoan mereka Cinta Waria.
Dan suasana duka masih terasa di band-band yang tampil berikutnya, semua band yang tampil menyempatkan untuk mengheningkan cipta kepada Tria. Mulai dari My Beautiful Life-Malang, Bangku Taman-Jakarta, Lolyta and The Disgusting Trouble-Malang , Zeke Khaseli (Jakarta), The Morning After (Malang) hingga yang paling dinantikan malam itu ERK.

Satu catatan tersendiri bagi saya mengenai penampilan Lolyta and The Disgusting Trouble band beraliran Rock and Roll asal Malang. Lengkingan riff-riff rock and roll, sedikit blues, vokalisnya yang kocak abis, dengan lengkingan suara yang dahsyat. Begitulah sekilas gambaran mengenai band ini. Apalagi saat lagu Syair Ababil. Mantap! Sentuhan scale arabic, dipadu dengan blues dan rock and roll. Salut saya buat band ini. Semoga kalian menjadi band besar guys.
Dan tiba saatnya ERK tampil. Cholil Mahmud (Vocal,Guitar) tampil dengan balutan T-shirt lengan panjang dengan ditemani gitar favorit saya juga, Fender Telecaster.  Dua personil ERK lainnya Adrian Yunan Faisal (Bass & Backing Vocal), Akbar Bagus Sudibyo (Drum & Backing Vocal) juga sudah bersiap-siap di atas panggung The Flame . “Ini merupakan penutup dari rangkaian tour jangan marah. Entah kalian harus sedih atau seneng. Sebab energi kami hampir habis. Tapi malam ini kami akan tampil habis-habisan” seru Cholil.
Lagu pertama mereka menyambut Malang dengan lagu pelan Tubuhmu Membiru Tragis, disusul dengan deretan lagu yang mereka ambil dari album Kamar Gelap. Kenakalan Remaja di Era Informatika, Balerina, Laki-laki Pemalu, Kamar Gelap, Mosi Tidak Percaya, Kau dan Aku Menuju Ruang Hampa, Desember, Di Udara dan entah lagu apa lagi, saya nggak tahu judulnya, mereka bawakan dengan apik. ERK pandai sekali mengatur emosi penonton dengan susunan repertoar yang ajaib. Bagi saya mereka musisi yang low profile dan  jujur dalam bermusik. Low Profile, karena biarpun mereka termasuk “musisi besar” mereka masih mau berbagi drum dan alat dengan band lokal. Jujur, enggak pake playback tentunya. (haha) Bahkan saat memainkan lagu Di Udara senar gitar Cholil sempat putus juga. Tapi dia dengan santai cuma bilang “Putus Coy” dan segera mengganti gitarnya tanpa mencoba menghentikan musik yang temannya mainkan.
Cholil menurut saya hebat juga, tangannya bermelodi ria sambil bernyanyi dengan merdu. Biasanya vokalis bergitar kan hanya main riff dan melodi mereka selipkan di interlude, tapi dia tidak. Melodinya ada di mana-mana. Bassisnya si Adrian, mainnya terlalu kalem dan bermain aman. Lebih konsentrasi jadi backing vocal daripada mencoba komunikasi dengan penonton atau mengisi kekosongan panggung dengan tidak terpaku di balik mick backing vocal saja. Itu aja sedikit kekurangan dari mas bassis satu ini. Untuk Akbar sang drummer, top abis dah. Ketukannya yang bertenaga, dengan sentuhan teknik yang menawan. Pandai menjaga tempo. Salut buat drummer ini.

Dan lagu terakhir ERK, Cinta Melulu menjadi Closing Party malam itu. Semua band naik ke atas panggung untuk bernyanyi bersama.  Konser yang cukup berkesan malam itu. Terimakasih Jangan Marah Record, Speedy dan The Flame. karena udah membawa ERK ke Malang.  Semoga suatu saat lagi ERK akan mampir lagi ke Malang.

Gambar diambil dari berbagai sumber.

Tags: , , , , , ,

3 Responses to “Efek Rumah Kaca & Indienation Tour di The Flame “kwOG””

  1. nophindahoz Says:

    T_T pengeeen…. eh tapi iki modele aku pas skripsifak juga sih… huhuhuuu…

    [Komenin Komen ini]

  2. bOm?² KDB Says:

    dikau yang motret ya sodara? hehee…
    sempat ngeliat juga deh..*iklannya…hehehee…

    [Komenin Komen ini]

  3. satrio Says:

    Mas Fajar, baca blogmu jadi inget saat masih bujangan dulu saat di betawi, emang sih asyiik banget nonton live music, perasaan kita kebawa sama beat demi beat yang mereka mainkan. ya Udah..sukses buat mu, kita tukeran alamat blog ini, jabat erat buatmu mas.

    salam – satiro

    [Komenin Komen ini]

KwOGMentarmu