Dulu, mungkin tepatnya 5 tahunan (
mungkin) ke belakang dan sebelumnya. Dua minggu sebelum lebaran saya pasti disibukkan oleh sebuah aktivitas yang mungkin kini sudah jarang sekali dilakukan oleh orang-orang kebanyakan terutama saya. Dua minggu sebelum lebaran saya pasti sudah mencari-cari buku agenda yang berisi alamat sodara-sodari, handai-taulan dan sanak famili yang jauh di mato. Buku agenda ketemu, besoknya mulailah saya hunting sebuah kartu yang bisa dijadikan sebagai lambang bahwa sodara di sini masih ingat sama sodara di sono, atau boleh dibilang bahasa ngetrendnya Men Sini in Corpore Sono *dikeplak Sandal*. Yah hunting Kartu Lebaran!!
Dulu, saya paling suka desain dan kata-kata dari pabriknya kartu lebaran Harvest! (maaf kalau nyebut merek) Entah sekarang bagaimana nasib itu pabrik. Masih ada atau gulung tikar karena terlindas arus teknologi yang dinamakan internet dan HP. Yah dengan HP, orang bisa langsung buat satu sms dan di kirim ke semua nomor yang ada di phone book mereka. Tinggal klik send to many atau send to all, permintaan maaf yang dibuat sekreatif mungkin itu akan terkirim, walau kadang karena operator yang sibuk, kiriman SMS itu bisa sampai 2-3 hari kemudian, atau malah nggak masuk.(ninja)
Apalagi semenjak muncul internet, Facebook, tinggal copy kartu lebaran di tag satu-satu sudah beres, dan bisa saling memaafkan (secara manusiawi). Kini kita nggak perlu repot hunting ke toko buku yang menjual kartu lebaran, pak pos nggak perlu kerja capek kalau memasuki H-7 dan H+7. Dengan teknologi semua memang bisa dijalankan dengan mudah. Namun, ada hal-hal yang masih belum bisa digantikan oleh teknologi dong.
Tapi agak kaget juga kalau denger berita Gubernur Jabar yang mengalokasikan dana APBD sebesar 1,7 M hanya untuk kartu lebaran. Menurut saya kok jadinya mubadzir ya, minta maaf ke rakyat nggak harus begitu dong caranya. Menjalankan amanah sebagai pemimpin yang baik itu sudah bisa menjadi penghapus kekesalan rakyat terhadap pemimpinnya, itu menurut saya. Tapi kalau Pak Gub Jab punya pandangan lain yah monggo. Kalau nanti rakyatnya suudzon dan nganggep Pak Gub Jab cari muka, cari dukungan biar kepilih lagi ya bapak tanggung sendiri akibatnya.
Lihat Kartu Ucapan Lainnya
(KapanLagi.com)
Dulu sebelum tamu-tamu datang ke gubuk kami, saya kakak dan Ibu saya pasti sudah repot memajang kartu lebaran yang dikirim sodara-sodari. Ada kebanggan tersendiri jika kami memasangnya di beberapa tempat yang bisa di lihat oleh tamu, dan akan menjadi obrolan yang menarik jika tamu itu melihatnya. Ah ada romantisme tersendiri jika mengenangnya. Rasa itu tidak bisa diwakili oleh teknologi mana pun.Saya jadi ingin mengulangnya. Ada yang mau saya kirimi kartu lebaran? Atau ada yang mau mengirimi saya kartu lebaran, jangan deh langsung THR aja ya.
Tags: kartu lebaran
- » Perbaiki cara penulisanmu!! "kwOG"
- » Banyak Poros Itu Baik "kwOG"
- » Belajar 'Yakin Sukses' Ala Otsuka
- » THINK, TuHan INgin Kita bercinta "kwOG"
» Dengan Internet, Blog, dan Komunitas, Saya XLangkahLebihMaju














September 8th, 2010 at 8:27 PM
kalo’ sekarang mo beli kartu lebaran di mana ya?
[Komenin Komen ini]
September 17th, 2010 at 11:04 PM
jiakakka…*tos* harvest juga merk kartu favoritku. jadi ingat dulu rutin kirim kartu lebaran ke temen2 deket padahal yo masih satu kota =))
[Komenin Komen ini]
fajarmcxoem Reply:
September 18th, 2010 at 2:16 AM
*toz pelan* malu kalo tos ama CE
[Komenin Komen ini]
September 23rd, 2010 at 9:36 AM
hee, saya kayaknya termasuk orang yang nggak terlalu memanfaatkan masa-masa kejayaan kartu lebaran (lol)
cuma ke beberapa sepupu aja kalau pas kebetulan nggak mudik, selain itu nggak pernah ngirim, cuma seneng ngoleksi kalau pas nemu yang lucu
[Komenin Komen ini]
fajarmcxoem Reply:
September 23rd, 2010 at 11:20 PM
nggak pernah ngirim?? dasar pelit
[Komenin Komen ini]