RSS
17 Jul 2010

NBL Preseason “kwOG”

Author: fajarmcxoem | Filed under: ReFROGtase
NBL Preseason (c) NBLIndonesia

NBL Preseason (c) NBLIndonesia

Saya memang suka basket, dan lumayan mengikuti perkembangannya, meskipun sekarang nggak se-intens dulu. Yah saya mengikuti perkembangan kompetisi bola ke_ranjang tanah air ini semenjak saya SMP, waktu masih bernama Kobatama (Kompetisi Bola Basket Utama) di era 90an yang kala itu masih menggunakan 2 pemain asing, hingga berubah nama menjadi IBL (Indonesian Basketball League) dan sekarang jadi NBL (National Basketball League). Kebetulan NBL mengadakan  turnamen pemanasan mulai tanggal 7-15 Juli di Malang dengan tajuk NBL Indonesia Preseason Tournament. Saya pun tak mau ketinggalan nonton, lebih-lebih dik Bunga nama samaran suka basket tanah air juga. Jadilah saya nonton dengan dik Bunga. Dua kali malah,  Ihirrrr!

Sebagai orang Malang, saya pertama mengenal kompetisi ini saya jadi dukung Bima Sakti (BS) donk. Apalagi saat pertama saya kenal Kobatama, BS sering masuk final four. Waktu itu mereka masih diperkuat I Made “Lolik” Sudiyatnyana, Oei Theng Kun, dan si bayi ajaib Oei A Kiat. Meskipun tim-tim lain seperti Aspac, Panasia (sekarang Garuda), Indonesia Muda diperkuat pemain timnas seperti Ali Budimansyah, Romi Chandra, Victor G Roring atau siapalah, tapi saya tetap suka BS. Namun seiring perkembangan jaman, tim-tim baru dengan garapan manajemen yang bagus bermunculan seperti Satria Muda, saya pun tidak hanya menyukai satu tim saja, dan beralih menjadi supporter labil dengan hanya menyukai pemain bintang di tim lain. Apalagi BS terkenal

Ini Tiketnya

Ini Tiketnya

doyan menjual pemain bintang mereka, seperti Lolik, Andre Ekayana, Miming, dan sekarang mungkin si Dimas yang kayaknya bakal pindah ke klub lain. Saya sih maklum, BS tim kecil.

Pertama dengar NBL, saya agak aneh juga mendengar nama ini, sebab nama ini adalah nama kompetisi basket di Australia. Masak merger dengan kanguru? Ternyata eh ternyata mereka milih nama tersebut karena merger dengan penyelenggara DBL, yang sukses menggarap basket untuk adik-adik  SMA. NBL ini adalah reinkarnasi dari IBL yang di tahun sebelumnya sudah mulai kembang kempis karena mulai ditinggalkan sponsor, perusahaan rokok. Inilah Indonesia bung, olahraga disponsori oleh rokok! Mau bagaimana lagi, hanya perusahaan rokoklah yang memiliki dana besar dan mau untuk membiayai sebuah kompetisi olahraga.

Ada beberapa catatan menarik di NBL bagi saya. Yang pertama adalah rokok. Saat di pintu masuk gedung BS, saya sempat tersentuh dan salut dengan manajemen NBL ini. Security memeriksa saya dan menanyakan dengan santun apakah saya membawa rokok atau korek, saya pun menjawab jujur dan mengiyakan, toh saya emang perokok kok. Lagipula si security tadi nanyanya santun banget jauh dari securty lain yang sering pasang tampang garang atau sangar biar orang keder duluan ama mereka. Pihak security meminta agar rokok saya di tinggal di kendaraan saya saja, sebab ada aturan rokok beserta korek apinya tidak diperkenankan masuk ke gedung. Dengan tersenyum tanpa bersungut-sungut menggerutu, saya kembali ke parkiran untuk menaruh rokok saya, dan meninggalkan dik bunga di pintu masuk tadi. Saya melangkah ke parkiran dengan langkah bangga, terharu campur jadi satu. Sembari bergumam dalam hati, “Saya salut dengan NBL.”

Ini voucher buat yang ReTweet

Ini voucher buat yang ReTweet

Yang kedua, strategi market via Twitter. Tiket masuk akan di diskon 50% kalau kita follow dan ReTweet twit dari @NBLindonesia. Harga tiket aslinya Rp.20.000 (dulu waktu kobatama masih 2.000 saja), dengan menunjukkan Twitter di HP kita, sebagai bukti kalau kita nge-RT tweet mereka maka kita akan mendapatkan voucher diskon 50% yang bisa kita tukarkan di tiket box. Sebenernya ada yg lebih lucu lagi, kita akan mendapatkan free tiket kalau kita datang bersama pacar kita. Tapi saya nggak sampai mebuktikannya, karena saya dan dik bunga belum menemui kata sepakat siapa yang ngaku pacar siapa. Saya sih cuma nanya ke dik bunga, “Jadi bagaimana, aku yang harus ngaku jadi pacar kamu apa kamu yang ngaku jadi pacar aku?” (girlkiss)

Yang ketiga, mungkin ini klise banget dan semoga pihak NBL mau menanamkan hal ini ke para pemain. It’s about showtime. Bukannya mau ngebandingin dengan NBA, yang dalam setiap laga para pemain selalu menghibur penonton dengan aksi akrobatik terbang untuk melakukan dunk. Pemain Indonesia bisa kok, buktinya di dunk contest atau pemanasan sebelum pertandingan mereka menunjukkan aksi nombok mereka. Akan lebih menghibur lagi dan menarik minat penonton untuk datang, menyaksikan dan mungkin mencintai olahraga ini kalau mereka mau menunjukkan dunk mereka di setiap laga yang mereka mainkan. Kami butuh dihibur!
Kobatama dulu saya rasa pernah mencetuskan ini, mungkin karena para pemain tidak berani menyanggupi kemudian manajemen Kobatama beralih untuk lebih menggarap showtime di luar pertandingan, dengan cara game di setiap jeda, bagi-bagi hadiah atau mendatangkan band dalam partai tertentu. Mereka menurut saya, gagal.
IBL yang berjanji akan lebih menghibur dengan jorgan “More Than Just a Game” juga gagal mengangkat showtime di setiap laga. Mereka sama saja dengan Kobatama, menggarap entertainment di luar laga dan luar lapangan. Kini harapan ada di NBL, ganti manajemen ganti juga aturan. Semoga mereka mau menanamkan ini kepada para pemainnya untuk tidak takut malu jika gagal nge-dunk. Saya berkali-kali kecewa melihat Ronny Gunawan, Amin Prihantono, Andre Tiara, atau Antonius Joko saat mereka fastbreak dan kosong tanpa lawan yang nge-defense mereka, eh  mereka malah mempertontonkan aksi lay up ala anak SMP. Basi luh! You know you can do that Dude! Contohlah rookie yang sempat saya lihat, pemain Aspac, Oki kala melawan Bima Sakti. Drive cantiknya ia akhiri dengan dunk, dan… tidak masuk, tapi dia tetap tersenyum dan mungkin dalam hatinya berkata Coba lagi, atau Anda belum beruntung. (fish_hit) Lain kali a lay hoop dunk ya!

Kemarin ada juga si Rosy Idan, blogger yang blognya khusus bahas basket, Mainbasket, yang terlihat duduk di jajaran bangku media. Keep on basket bos!!
Thanks to NBL Preseason, tapi kok Season 1-4 nama kota Malang nggak ada ya? Tapi saya seneng  kalian mencoba menghidupkan lagi basket tanah air. Apalagi pas final kemarin penonton penuh, meski nggak sepenuh Kobatama dulu sih. Tapi saya senang, karena bisa ngelihat dik bunga berdiri dan teriak mendukung CLS apalagi pas Dimaz Muhardi cs mencetak skor, dia pasti berdiri dan teriak sambil mengejek saya yang mendukung Satria Muda. Haha. Apalagi biasanya saya nonton basket ama temen-temen cowok doank, sering sih nonton ama cewek tapi yaah begitulah sepupu. Seru nonton ama dik bunga, saling ejek, tapi tim yang saya dukung juara kan dik (tongue)

Tags: , , , , ,

7 Responses to “NBL Preseason “kwOG””

  1. sandynata Says:

    kayaknya kamu kudu nambah jobdesc deh, editor berita sepakbola dan bakset

    [Komenin Komen ini]

    fajarmcxoem Reply:

    tapi basket di kantor masuk kategory level 2 mas (unsure) itu aja yg nonton pas final kudu nyuri2 waktu, ijin buwuh (ninja)

    [Komenin Komen ini]

  2. mohiedz chokiedz Says:

    jadi inget waktu kompetisi basket sma ,waktu itu kdatangan tamu anak sma kidul (nama kerenya) salah satu pemain di situ ada paling kecil ,tp jago juga dia,tp aku lupa siapa namanya kalo anda kenal ksih tau donnkkk please,,,,,,,,,

    [Komenin Komen ini]

    fajarmcxoem Reply:

    ? Hey!! 8) Itu Aku *nyanyi ala Duta*

    [Komenin Komen ini]

  3. nengbiker Says:

    heh! km nonton??? kenapa kita ga ketemuh =))

    *postingan NBL yg 180 derajat bedanya ama punyaku* terutama ttg inisial D* wkwkwkwkwkwkw

    [Komenin Komen ini]

    fajarmcxoem Reply:

    @nengbiker: ini yg aku alasan buwuh itu (haha) untung aku gak jadi duduk di atasnya statistik, di pertandingan sebelumnya duduk situ.. (ninja) klo di situ lagi pasti ketemu sampean.. D? (thinking)
    @alit: ini tentang basket, bahas basketnya aja yah (fish_hit)
    tul lit, aku juga mikir gitu, SMA ku dulu paling banter turnamen yg diadain kampus, aku lulus baru ada Hexos Cup trus sekarang DBL.. bukan rejeki kita brader (annoyed)

    [Komenin Komen ini]

  4. alit Says:

    daripada cerita basketnya, saya malah lebih tertarik membahas soal dek bunga yang sepertinya juga yang biasanya itu kan?

    hemm.. basket indonesia memang kebanyakan media masih menjadikannya olah raga kelas dua, dan sayangnya kompetisi dari usia dini baru mulai berjalan ketika saia sudah ndak aktif maen :))

    [Komenin Komen ini]

KwOGMentarmu